MEKANISME & FENOMENA KERJA SUBCONSCIOUS DI TINGKAT SEL
Sebagian orang percaya bahwa otak memainkan peran penting dalam mengatur perbuatan kita. Sesungguhnya, sel-lah yang
melakukan semua pekerjaan tersebut atas perintah gen. Gen adalah panel pengontrol utama tubuh kita. Sementara otak
berfungsi tergantung dari informasi yang terkandung dalam sel-sel otak.
Setiap kilogram berat badan kita setara dengan sekitar satu triliun sel. Setiap sel mengandung gen yang sama, artinya, sel
yang diambil dari bagian manapun dari tubuh manusia memiliki potensi untuk menciptakan seorang manusia yang lain.
Domba Dolly contohnya, diambil dari sel kelenjar susu. Namun uniknya sel kuku tidak pernah akan berpindah kerja menjadi sel
rambut dan sebaliknya. Sel-sel kita memiliki kerjasama dan instruksi untuk mengatur pembagian kerja tersebut. Informasi dan
instruksi kerja tersebut tersimpan dalam gen. Para ahli genetika menyebut instruksi-instruksi tersebut sebagai mekanisme
nyala/padam gen. Dan jika gen seluruh manusia di muka bumi disatukan, maka hanya akan berbentuk sebutir beras !
Ahli genetika dan orang pertama yang memecahkan kode genetik renin manusia yang menjadi penyebab utama hipertensi -
Prof. Murakami - menemukan bahwa mekanisme nyala/padam gen dipicu oleh sikap mental atau apa yang kita yakini. Artinya,
tergantung informasi yang anda masukkan dalam subconscious. Kabahagiaan, keceriaan, inspirasi, rasa syukur dan doa
mengaktivasi gen (+). Mempercayai hal buruk mengaktivasi gen (-). Sehat atau sakit adalah manifestasi dari apa yang kita
yakini. Keadaan mental dan emosi ini dapat menghambat atau memacu aktifitas gen hingga 10 milyar kali lipat kondisi normalnya
sehingga rambut hitam dapat memutih dalam semalam ! Hal ini menjelaskan bagaimana peristiwa fenomenal bisa tiba-tiba terjadi.
Tubuh kita juga terlahir dengan program untuk mematikan sel. Hal ini dikenal dengan hukum peningkatan entropi, yaitu suatu
materi memiliki kecenderungan alami ke arah penguraian atau pembusukan. Hukum entropi penting untuk menjaga keseimbangan
dan siklus alam. Berfikir positif menyebabkan pengurangan entropi, berfikir negatif meningkatkan entropi. Ini terbukti dari
penelitian Prof. Murakami bahwa tertawa yang menandakan rasa senang dan bahagia mampu mengaktivasi 23 gen pengendali
glukosa darah pada penderita diabetes. Penemuan ini dilaporkan dalam diabetes care dan jurnal psycotheraphy & psychosomatic
tahun 2006.
Waspadai pesan-pesan yang kita kirim tanpa sadar yang kemudian dieksekutor oleh gen kita! Bila kita bangun di pagi hari dan
merasa indahnya hari ini dan alangkah bahagianya diriku! Tubuh kita tidak perlu secara visual menangkap sinar matahari dan
menunggu otak menyampaikan informasi tersebut ke seluruh tubuh. Begitu kita bangun, saat itu pula sel-sel kita beraksi terhadap
cuaca dan mengaktivasi gen-gen positif. Subhanallah, Gen kita bekerja bahkan sebelum kita berfikir !
Tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri karena telah dilengkapi dengan program penyembuhan tersembunyi dan ternyata kita
semua sama-sama memiliki gen yang potensi menimbulkan penyakit dan pada saat yang sama juga mampu mencegah penyakit.
Keyakinan menyalakan gen-gen bermanfaat yang dorman dan memadamkan gen-gen yang negatif. Ini menjelaskan bagaimana
keyakinan mampu menyembuhkan penyakit berat seperti kanker. Oleh karena itu penyakit tidak dapat dimusnahkan hanya dengan
metode konvensional tapi harus menyatukan keyakinan/spiritual dan pengetahuan medis.
Salah satu contoh, Dr. Ko Hirasawa, peraih nobel pertama dari Jepang, saat SMP & SMA didiagnosa menderita inferiority complex
dan ketika kuliah di kedokteran Univ. Kyoto mengalami gangguan saraf parah yang menyebabkannya mengalami neurosis serta
halusinasi pendengaran dan visual sehingga ia hampir mundur dari bangku kuliah. Keyakinan ia bisa sembuh menyebabkannya
penyakitnya hilang seketika. Hal ini menerangkan mengapa klien Wira Rakema yang mengalami halusinasi selama 10 tahun mampu
disembuhkan seketika. Menangis adalah sekresi, pelepasan yang menimbulkan rasa nyaman dan mengaktifkan gen-gen baik.
Emosi yang mendalam adalah kunci awet muda.
Dunia ini penuh bakteridan kita terus menerus diserang oleh kuman-kuman yang membawa penyakit. Namun sistem kekebalan
tubuh kita memiliki persenjataan antibodi yang mengagumkan yang dapat menghancurkan berjuta-juta kuman yang memasuki tubuh
sekaligus dan menghindarkan kita dari sakit. Tetapi bagaimana gen dapat beraksi dengan tepatbila tidak memiliki pengetahuan
mengenai kuman yang memasuki tubuh tersebut ? Apakah gen kita telah memiliki seluruh informasi untuk tiap jenis kuman ? Hal ini
membuat para ahli imunologi bertanya-tanya selama bertahun-tahun. Susumu Tonegawa, pemenang hadiah Nobel memecahkannya,
informasi genetik ternyata dibagi menjadi bagian-bagian yang dapat dikombinasikan dalam bentuk apapun yang dibutuhkan tubuh
untuk membuat antibodi. Walaupun jenis komponen genetika yang tersedia terbatas jumlahnya, berjuta-juta antibodi dapat
dihasilkan dari kombinasi berbeda untuk melindungi tubuh dari serangan sebagian besar jenis kuman. Informasi ini penting karena
ternyata tubuh kita mampu memproduksi antibodi untuk sebagian besar jenis kuman, yang dibutuhkan hanyalah mengaktivasi gen
bermanfaat yang dorman.
Gen memiliki kemampuan berubah dan adaptifitas luar biasa terhadap lingkungan. Apa yang terjadi dalam kehidupan kita sebenarnya
adalah reaksi kimia yang berasal dari gen kita yang berupaya mempertahankan kelangsungan hidupnya/survival. Experimentasi
Jacob & Monod dari Institut Pasteur dengan bakteri E Coli yang hanya mampu mencerna glukosa, ketika sang peneliti kemudian hanya
memberi makan laktosa. Bayangkan sebuah organismebersel satu sederhana mampu beradaptasi demikian hebat, apalagi manusia
yang memiliki trilyunan sel !
Adaptifitas ini baru muncul jika seseorang dihadapkan pada tantangan, krisis atau keterdesakan. Perubahan lingkungan yang drastis
dan cara berfikir sebagaireaksi tersebut dapat menyebabkan transformasi mendadak dan membangunkan gen-gen dorman yang tidak
pernah anda ketahui sebelumnya karena sesungguhnya hanya 5-10% gen kita yang aktif. Mayoritas tidak aktif. Subhanallah, ini
sesuai dengan Quran bahwa Allah menguji manusia untuk meningkatkan kadar imannya atau dengan kata lain mengembalikan fitrah
kemuliaan manusia. KRISIS melahirkan PELUANG !
Penemuan gen mutakhir ini memungkinkan siapa pun membangun bakat-bakat luar biasa yang terkungkung secara dorman didalam
dirinya. Karena kejeniusan sebenarnya adalah seseorang yang gen-gen-ya tiba-tiba teraktivasi oleh sesuatu. Yang harus dilakukan
adalah belajar untuk mengaktifkan gen positif yang dorman. Anda bisa saja memiliki susunan genetik untuk menjadi sangat pandai,
tetapi hasil akhirnya sangat bervariasi, tergantung dari pengalaman masa kecil, usaha dan keyakinan anda. Intinya, apa yang anda
masukkan ke bawah sadar anda. Jadi apapun kendala yang anda hadapi, pilihan ada di tangan anda untuk menentukan apakah
masalah tersebut sebagai peluang untuk mengaktifkan gen bermanfaat atau justru mengaktifkan gen negatif.
Oleh karena itu kita memiliki kemampuan untuk berkembang kapanpun dan tidak peduli berapapun usia kita. Segalanya menjadi mungkin
selama kita memiliki hasrat yang menggelora dan tenaga untuk melakukannya. Jarang keturunan menjadi faktor penghambat utama.
Satu-satunya penghambat bagi pencapaian ini adalah cara pikir anda sendiri yaitu "saya tidak bisa melakukannya".
Ciri-ciri orang yang gen-nya telah teraktivasi dengan baik memiliki pandangan yang positif dalam hidupnya, masa depannya dan dirinya
sendiri. Contohnya eks mahasiswa Prof. Murakami, dua kali gagal lulus ujian masuk Fak. Kedokteran Tsukuba dan docemooh sebagai
mahasiswa 'bodoh' karena nilainya selalu mentok batas minimal kelulusan, namun keyakinannya menyebabkannya berhasil menjadi
profesor termuda di Jepang di usia 30 tahun. Bahkan tahukah anda ? Kenichi Fukui, peraih nobel Kimia 1981, ternyata tidak mampu
mengerjakan soal kimia ujian masuk universitas di Jepang ketika soal tersebut disodorkan padanya ! Padahal ia ahli kimia terkemuka
di Jepang. Mereka mengakui kelemahan dengan rendah hati tanpa kehilangankeyakinan atas dirinya sendiri.
Pikiran yang bersungguh-sungguh dapat ditularkan ke orang-orang dan seluruh makhluk hidup di sekeliling kita. Ini sesuai dengan
penemuan Prof. Motoyama bahwa pikiran dan perasaan adalah benda elektromagnetik yang dapat mempengaruhi orang-orang sekeliling
kita. Kecepatannya mengelilingi bumi bahkan kurang 1 detik. Inilah energi tercepat yang ada di alam semesta.
Walau sel bekerja untuk satu tujuan tertentu seperti sel hati bekerja mendetoksifikasi racun, sel juga organisme mandiri yang bertanggung
jawab merawat dan menjaga dirinya sendiri. Kinerja sel yang tidak kita rasakan ini mengkonsumsi 2/3 energi manusia. Jadi ternyata
kegiatan yang kita sadari seperti membaca, menulis, berlari, bernyanyi hanya mengkonsumsi 1/3 energi. Energi bawah sadar luar biasa
inilah pengendali 80% aktivitas kita. Informasi apa yang anda masukkan di bawah sadar akan mengaktifkan gen-gen yang membuat anda
sakit atau sehat. Pantas jika Prof. Murakami menyatakan bahwa sadar adalah dunia dimana jiwa manusia terhubung dengan sang agung,
Tuhan Yang Maha Esa.
Bahwa sadar tidak pernah tidur, ia terus aktif menjaga fitrah kemanusiaan dan memberi tanda peringatan jika sisten tersebut terganggu.
Iatidak bisa ditipu karena segala hal yang tidak sesuaidengan fitrah Ilahi seperti berdusta, marah, rasa bersalah, dsb akan terjejak dan
terkomunikasikan melalui seluruh sel-sel tubuh yang dapa kita lihat secara telanjang melalui gerakan dan tulisan. Sinkronisasi gerakan
yang terjejak di tubuh dan tulisan ini memungkinkan bahwa sadar dieksplorasi tanpa melalui hipnosa. Cara pandang dan keyakinan yang
salah dapat dikoreksi dengan cepat secara sadar sehingga gen-gen dorman yang positif teraktivasi untuk mencapai kesehatan jiwa. Inilah
cara Allah berkomunikasi pada hambanya, Subconscious, The Voice of God.
Sebagai penutup, inilah kutipan Leo Ezaki, penerima Nobel di bidan Fisiologi Kedokteran 1973 ketika ditanya resep kesuksesannya :
- Jangan biarkan diri anda terperangkap dalam konvensi (kesepakatan umum),
- Jangan menimbun pengetahuan untuk diri sendiri
- Singkirkan informasi yang tidak perlu agar tersedia ruang bagi pengetahuan baru
Ditulis oleh Nunki Suwardi
Salam Wira Rakema

|