Ibadah Puasa
Oleh : Wierianto Prasodjo
Pendahuluan
Alhamdulillah, kita telah diberikan nikmat sehat sehingga dapat melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan 1430 H.
Agar Ibadah Puasa kali ini dapat berlangsung dengan baik maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Ibadah Puasa dilakukan setiap setahun sekali di Bulan Ramadhan secara rutin. Prof.Kusumanto Setyonegoro mengingatkan
agar tidak terjebak dalam rutinitas.
Kenapa rutinitas perlu diperhatikan ? Apabila kita mendalami maka rutinitas akan menyebabkan kita berkurang kewaspadaan
dan tidak lagi memperhatikan Ilmu Pengetahuan yang terkandung dalamIbadah Puasa. Padahal setiap kali kita melakukan
Ibadah Puasa kondisi kita tidak sama dari tahun ketahun dan tentu berbeda pula pengalaman yang telah dilalui.
Dr. Winaktu SpKJ pernah berkata : "Meskipun pasien Schizophrenia tetapi berbeda antara pasien Schizophrenia yang satu
dengan Schizophrenia yang lain".
Prof. Suharko Kasran pernah memberikan nasehat agar selalu melakukan kalkulasi, dengan demikian kita harus waspada dan
menghitung dengan cermat apa yang telah terjadi.
Perlu Izin Allah SWT
Penulis ketika selesai mengikuti ceramah disalah satu masjid di MekkahAl Mukaromah berkata kepada Syech penceramah :"Itaqulloh".
Syech menjawab :"Insya Allah".
Belajar dari kejadian ini maka kita memerlukan Izin Allah untuk memperoleh predikat Muttaqin.
Imanen dan Transenden
Dalam filsafat diketahui bahwa upaya manusia dikatakan Imanen yaitu berniat puasa, bangun untuk makan sahur dan tidak makan
minum sampai berbuka di Maghrib.
Allah SWT akan melakukan upaya transenden dan apabila diizinkan maka seluruh niat kita dapat kita penuhi, malam hari kita panjatkan
lagi untuk melakukan Ibadah Puasa keesokan hari, demikian sampai bulan Ramadhan selesai.
Achieve Motivation Training
Untuk mencapai predikat Muttaqin kita harus melakukan usaha AMT yaitu kita berlatih terus menerus sampai bisa dan tentunya
dengan izin Allah SWT kita berhasil melakukan perintah Allah SWT.
Motivation tidak dapat datang begitu saja, kadang-kadang kita harus memaksa diri kita untuk melakukan suatu tindakan, seperti
biasanya tindakan pertama sulit tetapi tindakan berikutnya lebih mudah.
Untuk mencapai jalur taqwa maka kita mulai melatih mengerjakan perintah-perintah yang mudah, Insya Allah dari tahun ketahun
kita akan lebih banyak lagi perintah Allah SWT yang berhasil kita lakukan.
Kesehatan Jiwa Islam dalam Berpuasa
Dalam menjalankan Ibadah Puasa sebaiknya kita memperhatikan :
1. Discriminative Judgenent
Kemampuan memilih tindakan apabila kita menghadapi situasi perlu dikembangkan terus menerus sehingga diri kita menjadi sempurna.
Dalam Islam pelajaran yang sederhana adalah sebagai berikut :
1.1. Apabila kita bertemu dengan sesama Muslim maka kita wajib melafazkan Assalamu'alaikum. Apabila Assalamu'alaikum saja nilainya
10 dan apabila dilengkapi Assalamu'alaikum Warahmatullahi nilainya 20, apabila disebutkan lengkap Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarokatuh nilainya 30.
1.2. Apabila kita menerima hadiah baik disenagi atau tidak disenangi maka kita wajib melafazkan Alhamdulillah.
1.3. Apabila kita memperoleh kebaikan dari saudara kita maka hukumnya wajib membalas dengan kebaikan setimpal dan kalau mungkin
membalas dengan kebaikan yang lebih baik lagi.
2. Discriminative Insight
Kita dengan Ibadah Puasa akan menumbuhkan Discriminative Insight bahwa kita dimiliki Allah SWT dan dipelihara oleh Allah SWT terus-
menerus sampai meninggal dunia.
Ibadah Puasa merupakan sarana untuk mengingat Allah dan Prof. Harun Nasution menasehati bahwa dengan mengingat Allah maka
akan memperoleh perasaan tentram.
Dalam diri kita Jantung dikendalikan susunan saraf Gaib atau otonom, apabila kita menelusuri hubunganSynap dan post Synap yang
mengalirkan listrik maka sampailah kita sel Piramidal di Cortex Cerebri dan tidak ada lagi stimulus listrik. Tentu secara sederhana kita
meyakini Allah memnerikan aliran listrik ke sel Piramidal untuk selanjutnya diteruskan keseluruh tubuh.
3. Zikrullah
Dengan berzikir kepada Allah maka setiap langkah kita dicocokkan dengan Kitabullah Al Quran. Apabila tidak cocok tidak dikerjakan dan
apabila cocok dikerjakan.
4. Disayang Malaikat
Pernah penulis menanyakan kepada guru : "Apakah kalau saya melakukan perintah Allah akan disayang malaikat ?" Dijawab oleh guru :"Ya"
Penutup
Makalah ini merupakan sumbang saran agar kita semua berhasil dalam melakukan Ibadah Puasa.
Kita senantiasa mencari Ridho Allah saja dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Dalam Psikoanalisa diketahui bahwa 20% tindakan
bersifat irrasional.
Dengan mencari Ridho tentu kita akan selamat semasa hidup didunia maupun hidup di Akhirat kelak.

|