mental
mental health and mental training
News and Eventsunited nationsPeran Kesehatan MentalContact UsWelcomeNews and EventsMerekrut KaryawanMalu dan MasalahnyaTopeng KepribadianTumbuh Kembang AnakProklamasiNews and EventsIBADAH PUASAGANGGUAN JIWAPembangunan Kesehatan JiwaMekanisme & Fenomena KerjaAchievement Motivation Training (AMT)News and EventsALBERT EINSTEINMakalah 1Makalah 2Makalah 3Image GalleryMakalah 4News and EventsMAKALAH 5MAKALAH 6FeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact Us
Topeng Kepribadian
oleh : Wierianto Prasodjo

Pendahuluan
Topeng kepribadian merupakan fenomena yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena manusia tunduk kepada pamrihnya, maka ia akan berusaha dengan pelbagai macam
cara untuk memenuhi pamrihnya. Salah satu cara adalah dengan mempergunakan topeng
kepribadian dalam bentuknya seperti basa-basi, berkata lemah lembut, merayu, memberikan
keterangan yang tidak benar, reaksi formasi artinya walaupun benci tetapi dimunculkan dalam
dunia realita seperti sayang berlebihan.
Menyangkal dengan berani bersumpah tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan padahal
ia benar-benar telah melakukan perbuatan yang dituduhkan kepadanya, hal ini sering kita temui
dalam ruang sidang pengadilan yang mengadili seseorang yang disangka melanggar hukum.
Kita akan terkecoh oleh segala bentuk sikap dan perilaku justru karena terdapanya fenomena
topeng kepribadian.
Topeng dalam makalah ini merupakan arti kiasan dan bukan topeng yang dikaitkan dengan
tari topeng, penari benar-benar memakai topeng waktu menari sebagai bentuk keindahan tarian.
Sebagai ilustrasi dapat dimunculkan kasus sebagai berikut :
Pada suatu hari seseorang ingin sekali menyelidiki bagaimanakah kondisi pasien di rumah sakit jiwa.
Setelah meminta izin kepada direktur rumah sakit jiwa ia mulai melakukan pengamatan di bangsal
gaduh gelisah. Bangsal gaduh gelisah merupakan bangsal untuk menampung pasien yang baru
masuk kedalam rumah sakit jiwa. Ia melihat seorang pasien memeluk kepada pasien lainnya
sambil mengancam, apabila dirinya tidak dikeluarkan dari rumah sakit jiwa maka kepala pasien ini akan
dipukul. Pasien ini tidak dilayani permintaannya dan benar saja ia melakukan pemukulan ke kepala
pasien yang sudah tidak berdaya ditangannya. Ia juga melihat pasien yang mengancam mau buang
air besar dilantai apabila pasien tidak dituruti keinginannya. Pasien tersebut benar-benar buang
air besar tanpa rasa malu lagi dan tidak peduli dengan orang-orang disekelilingnya.
Orang tersebut sesudah puas mengamati pasien di rumah sakit jiwa kemudian minta keluar. Ia
menyimpulkan bahwa dirinya yang sakit jiwa dan bukan pasien di rumah sakit jiwa.

Bahasan
Kenapa individu pengamat pasien di rumah sakit jiwa menganggap bahwa dirinya yang sakit jiwa ?
Ia merasa dirinya sering tidak memiliki keberanian dan kemantapan hati untuk memunculkan
perbuatan di alam realita karena kwatir ditanggapi salah oleh orang-orang dilingkungannya.
Ia acap kali terlalu memeperhitungkan untung rugi suatu perbuatan dan jauh dari sikap yang tulus
dan ikhlas dalam melakukan perbuatannya. Ia memiliki sikap yang mendua apabila ingin bertindak,
akhirnya bagaimanapun bagusnya suatu tindakan selalu diurungkan dan menunggu orang-orang
sekelilingnya bertindak dalam arah yang sama. Sikap ini sangat menonjol dalam masyarakat yang
tradisional, apa saja yang belum menjadi tradisi dianggap salah, tidak wajar dan aneh. Masyarakat
tradisional menurut Prasodjo I, sosiolog sebenarnya masyarakat tradisional anti perubahan.
Pasien di rumah sakit jiwa tidak demikian halnya, ia bicara spontan, apa adanya, bertindak segera
dan sesuai dengan apa yang dikatakannya. Menyatunya kata dan perbuatan sering kita jumpai
di pasien rumah sakit jiwa. Tidak menyatunya kata dan perbuatan merupakan fenomena retaknya
kepribadian.

Rentang Waktu Topeng Kepriadian
Pernah tercatat individu selama 44 tahun menunjukkan perilaku yang baik, seperti mengajari tanpa
bayar, rajin akan tetapi sesudah 44 tahun berlalu ia merendahkan, kata-katanya tidak terkontrol lagi,
membuat tindakan yang asosial. Pertanyaan-pertanyaan yang diluncurkan tidak rasional lagi. Dengan
demikian selama 44 tahun i memakai topeng kepribadian dan tanpa sengaja topeng tersebut  terlepas
saat ia marah dan mencap orang yang menjadi lawan bicaranya salah.
Ia tidak tahu lagi dantidak menyadari bahwa lawan bicaranya memiliki status sosial yang lebih tinggi
darinya. Sopan santun yang biasa ditunjukkan selama 44 tahun lumer tertelan oleh rasa tinggi hati.
Pernah juga tercatat selama 13 tahun seorang ibu selalu sopan dan menunjukkan sikap menolong,
tahu-tahu dia marah keras dan tidak sopan lagi. Topeng kepribadiannya tanggal ketika ia marah dan
termakan hasutan dan fitnah.

Psikodinamika Topeng Kepribadian
Secara psikoanalisa diketahui bahwa reaksi formasi membuat seseorang sangat baik perilakunya pada
hal ia telah melakukan kesalahan. Kemesraan yang ditunjukkan dalam media televisi justru untuk menutupi
kekerasan rumah tangga yang dilakukannya. Sebenarnya orang yang melakukan fenomena topeng
kepribadian adalah orang yang retak bahkan pecah kepribadiannya. Pikiran, perasaan dan perbuatannya
tidak harmonis lagi, tidak kompak lagi sehingga pikirannya jalan sendiri, perbuatannya jalan sendiri.
Untuk memulihkan keretakan kepribadiannya seseorang harus berlaltih secara seksama dan berjanji tidak
akan mengulangi lagi perbuatannya yang buruk. Suami yang selingkuh dapat bersikap seolah-olah
mencintai istrinya sebagai cara mekanisma pertahanan diri. Ada juga suami yang selingkuh datang kerumah
dengan marah-marah tanpa sebab.

Pencegahan Topeng Kepribadian
Kita mampu mencegah dengan cara melakukan ultimate wisdom yaitu orang dalam kehidupannya mencari
ridho Allah, ia harus mematuhi perintah Allah sehingga ia terhindar dari cara bermuka-muka. Lubis D.B.
mengatakan kita tidak perlu berebut kedudukan tetapi mengisi ruang-ruang pembangunan yang masih kosong.

Kerugian Topeng Kepribadian
Istilah atau pepatah Petruk jadi Ratu merupkan pepatah yang cukup baik untuk menggambarkan topeng
kepribadian. Saat menjadi ratu ia bertindak angkuh dan menjauhi pergaulan, sesungguhnya Petruk merupakan
gambaran punakawan atau pegawai yang mengasuh serta melayani. Setelah ratunya  habis maka ia menjadi
lagi artinya ia menjadi orang yang tanggal kekuasaannya. Kerugian fenomena topeng kepribadian adalah
setelah orang lain mengetahui  ia memakai topeng maka orang-orang disekelilingnya tidak percaya lagi dan
mulai meninggalkan dirinya. Sebaiknya kita muncul apa adanya tidak perlu di rias tingkah laku kita sehingga
mencegah terbentuknya topeng kepribadian. Kusumanto S.  guru besar psikiatri memberikan nasehat agar
kita bekerja saja  dan silahkan orang lain menilai hasil pekerjaan kita.

Penutup
Dalam bahasa Inggris kepribadian adalah Personality dan kata Pesona adalah topeng artinya. Semoga
uraian ini mampu menyadarkan orang untuk tidak sesat dan melakukan pekerjaan yang sia-sia.
 





News and Eventsunited nationsPeran Kesehatan MentalContact UsWelcomeNews and EventsMerekrut KaryawanMalu dan MasalahnyaTopeng KepribadianTumbuh Kembang AnakProklamasiNews and EventsIBADAH PUASAGANGGUAN JIWAPembangunan Kesehatan JiwaMekanisme & Fenomena KerjaAchievement Motivation Training (AMT)News and EventsALBERT EINSTEINMakalah 1Makalah 2Makalah 3Image GalleryMakalah 4News and EventsMAKALAH 5MAKALAH 6FeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact Us
Footer message