mental
mental health and mental training
News and Eventsunited nationsPeran Kesehatan MentalContact UsWelcomeNews and EventsMerekrut KaryawanMalu dan MasalahnyaTopeng KepribadianTumbuh Kembang AnakProklamasiNews and EventsIBADAH PUASAGANGGUAN JIWAPembangunan Kesehatan JiwaMekanisme & Fenomena KerjaAchievement Motivation Training (AMT)News and EventsALBERT EINSTEINMakalah 1Makalah 2Makalah 3Image GalleryMakalah 4News and EventsMAKALAH 5MAKALAH 6FeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact Us
Malu dan Masalahnya

Oleh : Wierianto Prasodjo

Manusia sebagai ciptaan Allah diberikan kebebasan. Artinya diizinkan untuk memilih tindakan dan
bebas untuk melaksanakan keinginan-keinginannya. Disamping diberi kebebasan, Allah juga memberikan
rasa malu, sehingga manusia harus memilah-milah mana keinginan yang patut dilaksanakan dan mana
yang tidak patut dilaksanakan.Masyarakat mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang rasa malu.
Salah satu contoh, pendapat Jessie Oei bahwa antara laki dan perempuan ada perbedaan tentang rasa
malu itu. Pendapat Jessie Oei, ibu rumah tangga dengan 9 anak, perlu dikaitkan dengan moralitas.
Dengan demikian apabila seseorang tahu malu maka moralnya akan baik, sebaliknya apabila tidak tahu malu
maka apa saja yang terlintas dalam pikirannya akan dikerjakan tanpa memperdulikan mutu kelakuannya.
Kwan Cung, pemikir yang hidup 2700 tahun yang lalu berpendapat suatu negara akan collapse apabila
warga negaranya tidak tahu malu lagi.

Pandangan Psikoanalisa Terhadap Malu

Freud membagi aparatus mental menjadi 3 bagian yaitu Superego yang senantiasa mengingatkan dan mendorong
kepada perbuatan-perbuatan yang baik, sedangkan Id merupakan hawa nafsu yang menuntut pemuasan segera tanpa
memperdulikan baik atau buruk. Ego merupakan bagian mental yang senantiasa melakukan penerapan terhadap
kondisi lingkungan, artinya apakah kondisi lingkungan sudah layak apa belum untuk memenuhi keinginan.
Dalam diri orang yang harmonis kepribadiannya, maka Superego, Ego dan Id bekerja sama dengan saling
mendukung dimana malu terdapat dalam ego dan superego. Individu yang meninggalkan rasa malunya ia tidak
akan menuruti Superegonya. Ego sudah tidak berfungsi dengan baik. Individu yang masih baik Superegonya
akan menerima nasehat dengan seksama dan mau berdiskusi untuk mencari cara terbaik.Orang yang mengedepankan
Id-nya sudah tidak tahu lagi mana yang salah mana yang benar. Kita sering dikejutkan individu yang
pandai bahkan sampai bergelar Profesor dapat menjadi terdakwa dan menjalani hukuman.

Fenomena ini terjadi karena mereka tidak memahami pendapat Freud sehingga ia tidak tahu bahwa ada Superego,
Ego dan Id. Fenomena non budget menarik perhatian kita semua. Fenomena ini sudah lama berlaku dan dalam
nilai uji komisi pemberantasan korupsi menyatakan salah pengumpulan dana non budgeter. Dalam pendidikan
formal pengembangan Superego tidak dikembangkan sehingga jarang murid memberi kesempatan kepada Superegonya
untuk berkembang, sehingga terjadilah peristiwa dimana individu dengan pendidikan tinggi dapat menjadi tersangka.
Pengembangan Superego harus atas inisiatif yang bersangkutan. Caranya dari sedikit demi sedikit melaksanakan
kehendak Superego dan membimbing Id agar rela mengikuti kehendak Superego dan Ego dengan menimbang-nimbang
apa sudah pantas tindakan dilakukan. Suatu hal yang baik misalnya seorang dokter yang melakukan sendiri
penyuntikan obat, mengingat bahaya yang mungkin timbul sehingga tidak dapat diwakilkan. Pendapat yang baik
ini ditentang oleh seorang dokter yang merasa tidak pantas menyuntik sendiri.
Jadi tradisi memegang peranan penting, suatu tradisi harus ditera lebih dahulu. Tidak bijaksana meneruskan
tradisi yang salah secara turun temurun. Pelatihan mental memegang peranan penting untuk menumbuh kembangkan
perasaan malu agar timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Hakikat perasaan malu

Malu adalah sifat atau perasaan yang menimbulkan keengganan melakukan sesuatu yang rendah atau tidak baik.
Orang yang memiliki rasa malu, apabila melakukan sesuatu yang tidak patut, rendah atau tidak baik dia akan
terlihat gugup atau mukanya merah. Sebaliknya orang yang tidak punya rasa malu akan melakukannya dengan tenang
tanpa ada rasa gugup sedikipun.

 

Sifat Malu Dapat Dibagi Menjadi 3 Jenis.

Pertama Malu kepada Allah.
Secara Psikodinamika dapat dijelaskan bahwa kita telah menerima nikmat yang tidak dapat dihitung, pertama
karena kita telah diciptakan sebagai manusia dan diberi kesempatan untuk merubah nasib dengan jalan beramal
soleh. Jadi kita akan timbul perasaan malu apabila kita tidak sanggup menjalankan perintah Allah.
Melaksanakan perintah Allah merupakan prestasi dan hasilnya dapat dilihat semasa hidup didunia.
Kedua Malu kepada diri sendiri.
Seseorang akan menyesali perbuatannya akan malu kepada dirinya sendiri. Rasa malu terhadap dirinya sendiri
amat berat karena tidak dapat menghindari, setiap terkenang perbuatannya ia menjadi sedih. pengobatan
satu-satunya hanya terapi okupasi dan terapi Psikoterapi guna menumbuhkan semangat menjadi orang yang
bermanfaat dan berguna bagi sesamanya. Pernah ada orang yang malu ketika melihat tanggannya dan ia
berusaha untuk tidak mengulangi perbuatannya yang merugikan orang lain. Akhirnya ia menjadi orang baik.
Ketiga Malu kepada orang lain.
Malu kepada orang lain timbul apabila kita tidak berprestasi, sehingga kehadirannya kurang bermanfaat bagi
masyarakat. Jenis malu ini dapat dihindari dengan pindah ketempat lain dan menjauhi masyarakat yang pernah
mengetahui tentang apa yang pernah dilakukannya.

Perasaan Malu dan Gangguan Jiwa

Perasaan malu dapat menghilang ketika seseorang mengalami gangguan jiwa berat. Kemampuan menilai realita terganggu
dan fungsi social sehari-hari juga terganggu. Ia akan berbuat sesuai selera hatinya, sehingga apabila ia telah
kembali sehat akan timbul rasa malu terhadap apa yang pernah dilakukan dan apa yang pernah dikatakan. Justru
rasa malu yang timbul sesudah gangguan jiwanya merupakan dorongan untuk maju kedepan dan berusaha untuk menjadi
orang y ang bermanfaat. Seseorang yang menderita gangguan kepribadian Dissosial yang dahulu diberi nama Psikopat,
dan Sosiopathik dalam hal berkelakuan sehari-hari tidak mempunyai rasa malu. Pengidap gangguan kepribadian
Dissosial bersifat egosentris dan mencari kesenangan. Dirinya saja yang benar dan orang lain dipandang rendah dan
tidak dihargai perasaannya. Salah satu contoh kalau berhutang tidak mau membayar, serta kalau menyalahi peraturan
tidak memiliki rasa bersalah lagi.

Pola asuh yang baik

Pola asuh yang baik dengan cara membina kepercayaan dasar atau basic trust. Seorang anak yang mengalami mistrust
dan tidak percaya kepada sesamanya dan akan mengalami gangguan kepribadian dissosial yang mengabaikan rasa malu.
Seorang ibu harus tekun membina basic trust sejak anak lahir sampai usia 3 tahun. Perhatian ibu yang ketat dan
terus menerus akan mengahsilkan anak yang lebih baik ketimbang anak yang terlantarkan secara emosional.

Ilustrasi kasus

Rika seorang ibu dari 2 orang anak Beatrice dan Jessica. Rika berhenti kerja serta membeli buku-buku tentang
perkembangan anak agar mampu menerapkan pola asuh yang baik. Pembinaan basic trust yang baik menyebabkan
Beatrice putri pertama usia 3 tahun mampu bertindak tepat dan percaya diri. Betrice mampu menentukan sikap dan
tidak ragu-ragu dalam bertindak. Pada suatu hari sewaktu Beatrice diberi hadiah, ia sangat menghargai jasa orang lain
dan serta merla malaporkan kepada ibunya apa-apa yang telah diterimanya. Mungkin karena itulah Komisi Pemberantasan
Korupsi mengaharuskan pejabat melaporkan apa saja yang diterimanya sebagai gratifikasi.

Penutup
Makalah ini sebagai bahan pertimbangan untuk menilai baik buruknya rasa malu pemberian Allah.

 

 






News and Eventsunited nationsPeran Kesehatan MentalContact UsWelcomeNews and EventsMerekrut KaryawanMalu dan MasalahnyaTopeng KepribadianTumbuh Kembang AnakProklamasiNews and EventsIBADAH PUASAGANGGUAN JIWAPembangunan Kesehatan JiwaMekanisme & Fenomena KerjaAchievement Motivation Training (AMT)News and EventsALBERT EINSTEINMakalah 1Makalah 2Makalah 3Image GalleryMakalah 4News and EventsMAKALAH 5MAKALAH 6FeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact Us
Footer message