mental
mental health and mental training
News and Eventsunited nationsPeran Kesehatan MentalContact UsWelcomeNews and EventsMerekrut KaryawanMalu dan MasalahnyaTopeng KepribadianTumbuh Kembang AnakProklamasiNews and EventsIBADAH PUASAGANGGUAN JIWAPembangunan Kesehatan JiwaMekanisme & Fenomena KerjaAchievement Motivation Training (AMT)News and EventsALBERT EINSTEINMakalah 1Makalah 2Makalah 3Image GalleryMakalah 4News and EventsMAKALAH 5MAKALAH 6FeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact Us
Peran Kesehatan Mental

PERAN KESEHATAN MENTAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA
oleh : Wierianto Prasodjo



Pendahuluan
Mental merupakan bagian immateri manusia yang meliputi kognitif, afektif, perilaku,
suara hati, keinginan, daya nilai sosial, meskipun dapat disebutkan satu persatu
secara terpisah dalam kenyataannya saling terkait.
Kebanyakan individu tidak menghiraukan keberadaan mental dalam dirinya sehingga
perkembangan mentalnya tidak terjadi sebagaimana mestinya.
Kualitas kerja seseorang sangat ditentukan oleh taraf kesehatan mentalnya, atas
dasar ini maka diperlukan asupan pengetahuan kesehatan mental.
Dalam menempuh upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan mentalnya maka
seseorang harus mempelajari Ilmu Kesehatan Mental sehingga ia mampu melatih
diri serta mengarahkan perkembangannya sesuai dengan bakatnya.
Manusia divonis untuk ada tanpa mengetahui tugasnya, keadaan ini akan menyebabkan
timbulnya anxietas yaitu suatu kondisi yang tidak menyenangkan, suatu perasaan
subjektif yang sukar didefinisikan dan akan timbul apabila kita membayangkan hal-hal
yang buruk yang akan terjadi dan merugiakn dirinya.
Banyak individu yang menganggap Ilmu Kesehatan Mental tidak penting, artinya
tanpa mempelajari Ilmu Kesehatan Mental seseorang mampu mencapai jabatan tinggi
serta mampu pula mengumpulkan harta yang berlimpah. Namun sejak ditemukan
seseorang yang mengalami rasa sedih yang mendalam dan menolak hidup sedangkan
ia mantan pejabat tinggi, hartanya berlimpah, isterinya sayang dengan dirinya begitu
pula putera puterinya. Dalam kasus ini harta yang banyak tidak menyebabkan siempunya
bergembira bahkan ingin mati, ia tidak pernah mempelajari Ilmu kesehatan Mental
sebelumnya.
Makalah ini mencoba memberikan gambaran peran Ilmu Kesehatan Mental terhadap
moralitas, kualitas kerja serta hubungan antar sesamanya, khususnya ditempat kerja.

1. Hal-hal yang perlu diketahui tentang manusia

1.1  Manusia lahir tidak berdaya, tidak seperti itik, begitu menetas langsung mempunyai
       kemampuan untuk berenang. Manusia harus belajar, berlatih dan mengembangkan
       dirinya. Sepintas lalu kondisi ini tidak adil namun justru merupakan keuntungan bagi
       manusia karena ia dapat memilih kemahiran yang disukainya. Ketrampilan mental dan
       taraf kesehatan mental merupakan keadaan yang diperjuangkan.
1.2 Secara Psikoanalisa diketahui bahwa sebesar 20% dari perilaku kita bersifat irrasional
      sehingga kita perlu melatih mental kita agar perilaku yang irrasional yang tidak dapat
      dicegah itu  jangan sampai merugikan.
1.3 Terdapatnya alam sadar dan alam tidak sadar sebagaimana dikemukakan Freud.
       Keberadaan alam tidak sadar dapat menyebabkan keangkuhan yang tidak disadari
       dengan ciri tidak mau mengikuti peraturan dalam lingkup kerjanya, dalam masyarakat
       lingkungannya.
1.4 Individu dibesarkan dengan mengikuti tradisi tempat hidupnya, bahkan menjadi budak
      dari pemimpin tempat ia dibesarkan. Keadaan ini menyebabkan ia diliputi kebiasaan-
      kebiasaan yang sama sekali tidak menguntungkan. Pembentukan konsep pikir yang
      salah namun diyakini sebagai kebenaran sehingga menyebabkan konflik intra personal
      maupun konflik inter personal.
 

 


2. Pembentukan moralitas

2.1 Moralitas merupakan kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana
      yang baik begitu pula kemampuan membedakan mana yang salah dan mana yang
      buruk. Tanpa kemampuan ini seseorang akan mengalami kesulitan karena ia akan
      cenderung menyalahi peraturan.
2.2 Konsep moralitas mencakup :
      2.2.1 Aspek Kognitif : Role taking, reasoning, decision making.
      2.2.2 Aspek Afektif : Empathy, altruism, care
      2.2.3 Aspek Perilaku : Amal, soleh, berwasiat kebenaran dan sabar.
      Tanpa moralitas maka seseorang tidak mungkin tumbuh kembang.
2.3 Seseorang dikatakan memiliki standar moral yang tinggi :
      2.3.1 Mempunyai kesadaran dan pengertian (Cognitive awareness) mengenai
                kebutuhan dan perasaan orang lain.
      2.3.2 Kemampuan untuk prihatin akan perasaan orang lain (affective)
      2.3.3 Mengungkapkan kesadaran dan keprihatinannya itu dalam tingkah lakunya
                terhadap orang lain ( behaviour)

Standar moral yang tinggi diperlukan untuk bekerja dalam kelompok, yang merupakan
dinamika kelompok yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kerja dan memiliki
dampak terhadap produksi perusahaan.

Kekurangan dalam salah satu dari ketiga aspek ini :
 - Karakter moral yang kurang sempurna
   ( Less-than-perfect moral character)
 - Kemampuan mengerti orang lain
   Prihatin dengan orang lain
   Diterjemahkan dalam tindakan nyata

Seringkali didapatkan diskrepansi yang sangat besar antara apa yang dipercayai
sebagai benar dengan apa yang dilakukan dalam kenyataan - dilema moral.

Derajat Moralitas ditentukan oleh:
 ~ Analisa perilaku yang tampak (apa)
 ~ Analisa motif yang mendasari perbuatan itu (mengapa)
 ~ Mengapa > apa

Teori-teori yang mencoba menjelaskan perkembangan moral :
 - Social Learning theory - fokus pada dimensi perilaku
 - Psychoanalytic theory - fokus pada dimensi afektif
 - Cognitive theory - fokus pada dimensi kognitif

Gangguan mental yang berpengaruh terhadap kualitas kerja
Gangguan Somatoform

Ciri utama gangguan ini adalah adanya keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang-
ulang disertai dengan permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah berkali-kali
terbukti hasilnya negatif dan juga sudah dijelaskan oleh dokternya bahwa tidak
ditemukan kelainan yang menjadi dasar keluhannya. Penderita juga menyangkal
 dan menolak untuk membahas kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan
problem atau konflik dalam kehidupan yang dialaminya, bahkan meskipun didapatkan
gejala-gejala anxietas dan depresi.

 

 

Gangguan Kepribadian Dissosial
Gangguan kepribadian ini biasanya menjadi perhatian disebabkan adanya perbedaan
yang


KEPUSTAKAAN
 - Maslim R. Diagnosis Gangguang Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ III




News and Eventsunited nationsPeran Kesehatan MentalContact UsWelcomeNews and EventsMerekrut KaryawanMalu dan MasalahnyaTopeng KepribadianTumbuh Kembang AnakProklamasiNews and EventsIBADAH PUASAGANGGUAN JIWAPembangunan Kesehatan JiwaMekanisme & Fenomena KerjaAchievement Motivation Training (AMT)News and EventsALBERT EINSTEINMakalah 1Makalah 2Makalah 3Image GalleryMakalah 4News and EventsMAKALAH 5MAKALAH 6FeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact UsImage GalleryWelcomeNews and EventsServicesAboutFeedbackContact Us
Footer message